Yusup Ari Wibowo

Foto saya
Sleman, Yogyakarta, Indonesia

Mining Software

Hasil penelusuran

Tampilkan postingan dengan label Materi Tambang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Tambang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Oktober 2021

Istilah Tambang

29 Macam Istilah Tambang

1. Bund Wall             : Tanggul Pengaman yang standar tingginya adalah ¾ x  tinggi ban terbesar yang melewati area tersebut.
2. Request Level (RL) : Ketinggian/level/elevasi yang diminta sesuai desain
3. Disposal             : Tempat pembuangan / penumpukan material tak ” berharga “ (OB, Sub Soil, Dll).
 4. Waste Dump         : Nama lain disposal.
 5.Waste/Overburden : Material-material yang tidak “berharga”, batuan penutup lapisan batubara
 6. Top Soil                 : Tanah pucuk yang mengandung “hara” ,bahan yang menyuburkan tanah.  
7. Sub Soil                 : Tanah di bawah lapisan Top Soil tetapi diatas OB.
8. Stripping Ratio (SR) : Perbandingan jumlah volume batuan (OB, waste) yang harus dibongkar untuk mendapatkan sejumlah (ton) bahan tambang (Coal).
                   SR = 1 : 6
9. End Wall                 : Dinding atau batas akhir dari penambangan. Biasanya terdapat diujung daerah penambangan (melintang strike).
10.Settling Pond         : Kolam Pengendapan.
11. Mud Pond         : Kolam Penampungan lumpur.
12. ROM (Stock Pile) : Run Off Mine, Raw Off Mine
13. Fleet                         : Sekumpulan Armada Produksi. Biasanya terdiri dari Excavator, Dump Truck dan alat pendukungnya : DZ, GD, dll.
14. Match Factor         : Angka yang menunjukkan hasil perbandingan antara produksi alat muat dengan alat angkut yang dilayani. Match = seimbang jika nilainya 1 (satu).
15. Idle                         : Waktu hilang karena sebab yang tidak dapat dikontrol manusia, seperti : Hujan, Kabut, dll.
16. Delay                 :Waktu hilang yang dapat dikontrol / dibatasi oleh tindakan manusia, seperti : Rest Time, Refueling, Move equipment, No Operator dll).
17. Slippery              : Wet condition, Waktu yang hilang setelah hujan sampai dengan kering dan dapat beroperasi  kembali.
18. Rain                         : Waktu selama hujan berlangsung.
19. BCM                         : Bank Cubic Meter : volume insitu (di tempat).
20. LCM                         : Loose Cubic Meter : volume terurai / gembur.
21. CCM                 : Compacting Cubic Meter : volume terpadatkan
22. Cross Fall                 : Kemiringan / arah air dialirkan
23. Open Pit                 : Area tambang terbuka
24. Joint Survey           : Pengukuran kemajuan tambang yang dilakukan setiap bulannya oleh Tim Survey Riung dan Tim Survey Customer sebagai dasar perhitungan Volume Overburden yang sudah dipindahkan dari Pit ke disposal. 

25. Grade                 : Kemiringan jalan (%), misalnya 4 %.
26. Countur                 : Garis yang menghubungkan titik-titik yang sama ketinggiannya.
27. Coal Expose         : Coal yang sudah terbuka / dibuang OB nya.
28. Coal Inventory      : Coal yang ada / masih ada dalam tambang dan siap diangkut keluar tambang (ke ROM).
29. Contamination     : Tercampurnya coal dengan material lain dari luar (OB, scorea, lumpur, air kotor dll).

Gambar 1. Istilah Tambang (2d) section a

Gambar 1. Istilah Tambang (2d) section b

Gambar 1. Istilah Tambang (2d) section c

Gambar 1. Istilah Tambang (2d) section d

Gambar 1. Istilah Tambang (3d) 


yaw 21












Pengukuran

 Prinsip Dasar & Istilah Pengukuran

Pengukuran :

    - Pengukuran Beda Tinggi/ Water Passing/Sipat datar.

    - Pengukuran Sudut

    - Pengukuran Jarak


                Perhitungan Grade Ramp :

                Perhitungan Volume : (Rumus End Area)















Peta & Pemetaan

I.1. Pendahuluan

- Pemetaan adalah suatu proses untuk melakukan pengumpulan (pengukuran), pengolahan dan penyajian data dari sebagian atau seluruh permukaan bumi.

- Peta adalah gambaran dari permukaan bumi dalam skala tertentu  dan digambarkan pada bidang datar menggunakan simbol-simbol tertentu melalui proyeksi peta.

    Karena obyek dipermukaan bumi sangat banyak dan kompleks maka  dilakukan seleksi dan klasifikasi. Seleksi dan klasifikasi data sangat tergantung pada tujuan peta dan skala peta yang digunakan.

    Permukaan bumi bukanlah suatu permukaan datar, sehingga hasil pengukuran obyek dipermukaan bumi tentunya bukan ukuran pada bidang datar. Maka dibuatlah pemodelan bentuk bumi menjadi bentuk matematis (Ellipsoid, Spheroid atau bola) kemudian dilanjutkan  dengan proses hitungan reduksi hasil ukuran pada bidang model serta proses transformasi dan proyeksi pada bidang datar.

I.2. Fungsi Peta.

        - Menunjukkan posisi atau lokasi suatu obyek.

        - Memperlihatkan jarak atau luas suatu obyek.

        - Memperlihatkan bentuk obyek

        - Seleksi data / Peta Tematis

I.3. Tujuan Pembuatan Peta.

        - Komunikasi

        - Penyimpan Informasi

        - Bahan Perencanaan: Jalan, Konstruksi, Tata Ruang.

        - Analisis Spatial : Pola sebaran penduduk, penggunaan lahan, pencarian bahan mineral.

I.4. Klasifikasi Jenis Peta.

        - Jenis Peta

            Peta Garis

            Peta Foto

            Peta Digital

        - Skala Peta

            Peta Skala besar = 1 : 50.000 atau lebih besar

            Peta Skala sedang = 1 : 50.000 s/d 1 : 250.000

            Peta Skala Kecil = 1 : 250.000 s/d lebih kecil

        - Fungsi Peta.

            Peta Topografi : Skala 1 : 25.000; 1 : 50.000; 1 : 100.000

            Peta Teknik : skala 1 : 5.000; 1 : 1.000; 1 : 500

I.5. Skala Peta

Skala adalah perbandingan jarak diatas peta dan jarak dipermukaan bumi.



I.6. Proyeksi Peta
    Proyeksi peta adalah proses penggambaran bidang lengkung menjadi bidang datar/bidang peta.
Tujuan dari proyeksi peta adalah untuk meminimalkan kesalahan atau distorsi yang berupa kerutan atau regangan bentuk permukaan lengkung menjadi datar. Upaya untuk meminimalkan distorsi
dilakukan dengan :
        - Membagi daerah menjadi bagian–bagian yang mempunyai luasan sempit.
        - Menggunakan bidang datar atau yang bisa didatarkan.
   

I.7. Penyajian Peta.
    Simbol dalam peta disajikan dalam bentuk :
        -Simbol titik
        -Simbol Garis
        -Simbol Luasan.
I.8. Metode Pemetaan.
        - Metode Terrestris.
        - Metode Fotogrametris.
        - Metode Radargrametris.
        - Metode Satelit.